Home / Berita / Patroli Gabungan Amankan Penebangan Kayu Galam Tanpa Izin di SM Pelaihari

Patroli Gabungan Amankan Penebangan Kayu Galam Tanpa Izin di SM Pelaihari

1-2021-08-25 at 09.26.04

PELAIHARI, 24 AGUSTUS 2021 – Patroli Gabungan bersama TNI dan Polri Pengamanan Hutan di laksanakan di kawasan SM Pelaihari, yang dipimpin oleh Yudono Susilo, S.H beserta tim dari BKSDA Kalsel SKW I, Anggota Koramil Jorong Serda Abdullah dan Anggota Polsek Jorong Bripka Dedi Hermawan.  Patroli dilaksanakan dengan target pada kawasan SM. Pelaihari yang diduga terjadinya penebangan tanpa izin berdasarkan laporan dari Kepala Resort SM. Pelaihari, Akhmad Fauzan, S. Hut.

Bertolak dari kantor Resort SM. Pelaihari, tim menuju target lokasi yang telah ditetapkan, setelah sampai di lokasi tersebut tim menemukan aktivitas warga yang sedang melakukan penebangan pohon jenis Galam (Melaleuca leucadendron) pada koordinat -4°3’9,07″ S, 114°54’53,25″ E, tim mengamankan pelaku tersebut beserta barang bukti yang ada dilokasi. Didapati 3 orang pelaku dengan 3 buah sampan, 2 orang berhasil diamankan  sedangkan 1 orang berhasil lolos/kabur. Pelaku berinisial S (60), I (60) dan Sa (40) yang berasal dari Desa Swarangan Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Tim mengamankan barang bukti berupa 3 buah parang, 2 buah gergaji, 3 buah sampan serta 90 batang Galam berdiameter pangkal antara 12 sd 15 cm, panjang 4 meter dengan jumlah kubikasi kurang lebih 2,83 m3.

2-2021-08-25 at 09.26.04 (1)

Secara terpisah, berdasarkan arahan Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc., terhadap pelaku  dilakukan tindakan berupa teguran dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi kegiatan penebangan kayu tanpa izin didalam Suaka Margasatwa Pelaihari, barang bukti berupa peralatan diamankan serta sampan dan kayu Galam dimusnahkan. “Kita akan selidiki aktor intelektual agar bisa menurunkan potensi ancaman penebangan tanpa izin tersebut”, pungkas Mahrus.

3-2021-08-25 at 09.26.05

Tim membawa pelaku ke Polsek Jorong untuk dilakukan pembinaan serta membuat Surat Pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa Swarangan bahwa menyadari tindakannya salah dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. BKSDA Kalimantan Selatan juga akan melakukan pembinaan terhadap pelaku untuk bisa terlibat dalam Kemitraan Konservasi. (ryn)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Yudono Susilo, S.H (Polhut BKSDA Kalsel) 

About Admin BKSDA

Check Also

Konsultasi Publik Desain Tapak TWA Busuwa

BATULICIN, 21 SEPTEMBER 2021 – Pada hari Selasa bertempat di Hotel Ebony Tanah Bumbu, Balai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *