Home / Uncategorized / “PENYELUNDUPAN OPSETAN KEPALA HARIMAU DAN KEPALA MACAN DI BANDARA SYAMSUDDIN NOOR BANJARBARU BERHASIL DIGAGALKAN”

“PENYELUNDUPAN OPSETAN KEPALA HARIMAU DAN KEPALA MACAN DI BANDARA SYAMSUDDIN NOOR BANJARBARU BERHASIL DIGAGALKAN”

 

Hari Selasa Tanggal 3 Oktober Jam 4.05 wita pagi, Petugas Security Angkasa Pura Logistic (cargo) Bandara Syamsuddin Noor menghubungi Petugas Polhut Bandara menginformasikan adanya temuan mencurigakan pada saat proses x-ray. Setelah dibongkar ternyata terdapat opset satwa berupa 1 kepala harimau dan 1 kepala macan tutul beserta sepasang kaki. Temuan tersebut dibawa untuk diamankan dan diidentifikasi oleh petugas ke kantor BKSDA Kalsel.

 

Barang bukti yang berhasil disita (dok. Yudi)

 

Jenis opsetan satwa tersebut ternyata benar adalah kepala harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan kepala macan tutul jawa (Panthera pardus melas) beserta sepasang kaki. Opsetan tersebut akan diangkut melalui penerbangan pertama tujuan Banjarmasin – Surabaya dengan pesawat Lion Air jam 6.10 wita menggunakan jasa ekspedisi  J&T. Pada kotak terdapat alamat pengirim dan penerima, dimana pengirim atasnama Kapten TNI inisal SL, M.Si yang beralamat di Martapura Kab. Banjar, Kalsel. Sedangkan penerima beralamat di Kec. Poncol Kab. Magetan, Jatim.

Aparat gabungan dari SPORC (Satuan Polhut Reaksi Cepat) Brigade Kalaweit, POMAL LANAL Banjarmasin, Ditreskrimsus POLDA Kalteng, BKSDA Kalsel dan Polres Banjarbaru, Kamis 12 Oktober 2017 Menetapkan SL (35 th) sebagai tersangka kasus memperniagakan dan kepemilikan kepala Harimau dan Kepala Macan setelah paket pengirimannya tertahan oleh pihak cargo Bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Pemeriksaan terhadap tersangka oleh Tim Gabungan (dok. SPORC)

SL (35 th) ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui pemeriksaan secara intensif terhadap beberapa saksi yang dimintai keterangannya dan dijerat dengan Pasal 2 ayat (2) huruf (d) Jo. Pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Tersangka SL (35 th) dititipkan di Polres Banjarbaru, sedangkan barang bukti yang disita berupa 1 (satu) buah kepala harimau yang diawetkan, 1 (satu) buah kepala macan yang diawetkan, 2 (dua) buah telapak kaki macan yang diawetkan. Barang bukti saat ini di Kantor BPPHLHK Seksi Wilayah I Palangka Raya.

Penyerahan barang bukti (dok. SPORC)

Terkait dengan pengirim paket yang mengatasnamakan Kapten TNI inisial SL, M.Si, maka Balai BPPHLHK Wil. Kalimantan membentuk tim gabungan yang terdiri dari SPORC Brigade Kalaweit, POMAL LANAL Banjarmasin, Ditreskrimsus POLDA Kalteng, BKSDA Kalsel dan Polres Banjarbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim gabungan, ternyata tersangka mengaku sengaja menggunakan jabatan Kapten TNI untuk mengamankan barang-barang tersebut sampai ke tujuan sedangkan M.Si hanya gelar tambahan biar dianggap orang penting.

Saat ini PPNS SPORC masih terus mendalami terhadap kasus ini untuk dapat mengungkap keterlibatan pihak lain yang merupakan jaringan perniagaan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi undang-undang (Sumber : BKSDA KALSEL 13 Oktober 2017).

About Ahmad Rusadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *