Home / Suaka Margasatwa Kuala Lupak

Suaka Margasatwa Kuala Lupak

Ringkasan Kawasan

Suaka Margasatwa (SM) Kuala Lupak secara administratif pemerintahan termasuk dalam wilayah Desa Sungai Telan Besar dan Desa Kuala Lupak Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.  Secara geografis terletak di antara : 3o26’30” – 3o29’55” Lintang Selatan, 114o22’30” – 114o29’20” Bujur Timur. Secara pengelolaan berada di wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru, Balai KSDA Kalimantan Selatan. Pada tingkat tapak berada pada pengelola resort KSDA SM P. Kaget dan Kuala Lupak. Posisi kantor resort KSDA terletak di Desa Tabunganen Kecil Kecamatan Tabunganen Kabupaten barito Kuala.

Secara administrasi kawasan SM Kuala Lupak termasuk dalam Desa Kuala Lupak dan Desa Sungai Telan Besar, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala.  Desa Kuala Lupak memiliki luas wilayah 30 km2 atau 12,5 % dan Desa Sungai Telan Besar memiliki luas wilayah 26 km2 atau 10,83 % dari luas wilayah Kecamatan Tabunganen yang memiliki luas 240 km2.

SM Kuala Lupak merupakan salah satu Kawasan Suaka Alam (KSA) yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Selatan. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : SK. 435/Menhut-II/2009 tanggal 23 Juli 2009 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Provinsi Kalimantan Selatan, berdasarkan peta lampiran keputusan tersebut kawasan SM Kuala Lupak memiliki luas 3.307,96 ha.

Sejarah Kawasan

Kawasan SM. Kuala Lupak pertama kali ditunjuk sebagai kawasan hutan berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 819/Kpts/Um/11/1982 tanggal 10 Nopember 1982.  Surat keputusan ini kemudian disempurnakan dengan SK Menteri Pertanian No. 247/Kpts-II/1984 tanggal 18 Desember 1984.  Selanjutnya pada tahun 1999 dikeluarkan lagi SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 453/Kpts-II//1999 tanggal 17 juni 1999 tentang penunjukan kawasan hutan dan perairan di wilayah Propinsi Kalimantan Selatan seluas 3.375 Ha yang berfungsi sebagai suaka alam. Penataan batas kawasan dilaksanakan pada tahun 2001 sepanjang 14,2 km.

Sampai dengan saat ini SM Kuala Lupak belum dilakukan penataan batas. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.44/Menhut-II/2012 tentang Pengukuhan Kawasan Hutan, pada pasal 2 disebutkan bahwa Pengukuhan kawasan hutan dilakukan melalui tahapan Penunjukan Kawasan Hutan, Penataan Batas Kawasan Hutan dan Penetapan Kawasan Hutan.  Sebagaimana diketahui bahwa status SM Kuala Lupak sampai dengan saat ini masih bersifat penunjukan dari Menteri Kehutanan, maka dipandang perlu adanya Berita Acara Tata Batas dari BPKH Wilayah V sebagai pemegang kewenangan penata batas kawasan sehingga kawasan ini dapat menujuproses penetapan dan selanjutnya pengukuhan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, agar batas kawasan konservasi tersebut menjadi legal formal.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2012-2031 pasal 21 ayat (1) a dan ayat (2) a, kawasan SM Kuala Lupak merupakan kawasan lindung berupa kawasan suaka alam yang terdapat di Kecamatan Tabunganen dengan luas kurang lebih 3.308 (tiga ribu tiga ratus delapan) hektar.

Keseluruhan kawasan SM Kuala Lupak memiliki keadaan topografi datar dengan ketinggian 0 meter dari permukaan laut dan di pengaruhi oleh pasang surut air laut. Kondisi tanah pada kawasan ini berupa tanah alluvial dengan tekstur tanah secara umum halus (liat). Terdapat 9 (Sembilan) sungai yang bermuara kelaut Jawa dari kawasan ini yaitu sungai Bakau, S. Ladung, S. Pampan, S. Rintisan, S. Rangit, S. Tongkang, S. Pagatan, S. Handil bahagia, dan S. Kuala Lupak. Selain itu terdapat 2 (dua) lokasi delta dibagian selatan. Akibat proses alamiah kedua delta tersebut sebagian besar ditumbuhi oleh anakan jenis rambai (Sonneratia alba). Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson kawasan ini termasuk dalam tipe iklim C dengan curah hujan rata-rata sebesar 2.185 mm/tahun. Kondisi suhu rata-rata adalah 27oC dan kelembaban rata-rata sebesar 83%.

Potensi Kawasan

Flora

SM Kuala Lupak termasuk dalam salah satu perwakilan tipe ekosistem hutan rawa mangrove.  Jenis-jenis flora yang hidup dan tumbuh didalamnya adalah rambai (Sonneratia alba), panggang (Ficus sp), jambu (Eugenia sp), tancang (Bruguiera sp), rengas (Gluta renghas), nipah (Nypa fructicans), pandan (Pandanus sp), bakung (Crinum asiaticum), jeruju (Acanthus ilicifolius), dungun (Heretiera littoralis), dan lain-lain.

Fauna

Jenis fauna yang menghuni kawasan iniadalah bekantan (Nasalis larvatus), elang laut perut putih (Heliaetus leucogaster), elang bondol (Haliastur indus), elang hitam (Ictinaetus malayensis), elang tikus (Elanus caeruleus), elang (Spilornis sheela), raja udang biru (Halyconchloris), burung madu (Anthereptes malaccensis), burung madu (Nectarinia jugularis), dan lain-lain.

Peta Kawasan

Peta Blok

SK Penunjukan

Kalimantan_Selatan_SK_435_Thn_20093