Home / Cagar Alam Gunung Kentawan

Cagar Alam Gunung Kentawan

Ringkasan Kawasan

Secara geografis kawasan  Cagar Alam Gunung Kentawan terletak di antara 115°29 sampai dengan 115°31 BT dan 2° sampai dengan 2°41 LS. dengan luasan 246,24 hektar. Berdasarkan struktur pengelolaan, kawasan ini berada di wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah I (SKW I) Pelaihari, Balai KSDA Kalimantan Selatan. Posisi kantor SKW I Pelaihari terletak di Kota Pelaihari tepatnya beralamat di Jalan Ahmad Yani Kilometer 1 Nomor 7. Pada tingkat tapak pengelolaan diamanahkan kepada resort Banua Anam. Posisi kantor resort terletak di Desa Lumpangi Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Berdasarkan administrasi pemerintahan kawasan CA Gunung Kentawan terletak di kecamatan yaitu Kecamatan Loksado  Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan selatan.Kawasan ini termasuk dalam wilayah administrasi 2 desa yaitu, Desa lumpangi dan Desa Hulu Banyu.

Cagar Alam Gunung Kentawan memiliki batas-batas sebagai berikut :

Sebelah utara              : Desa Hulu Banyu

Sebelah Timur             : Desa Hulu Banyu dan Desa lumpangi

Sebelah Selatan          : Desa Lumpangi dan Sungai Ahan

Sebelah Barat             : Sungai Amandit, yang merupakan batas alam

Sejarah Kawasan

Tahun 1977 dilaksanakan kegiatan penilaian potensi kawasan hutan Gunung Kentawan yang dilaksanakan oleh Direktorat Perlindungan dan Pengawetan Alam (PPA), Bogor yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang dipergunakan untuk menentukan status kawasan hutan Gunung Kentawan sebagai suaka alam.

Kawasan hutan Gunung Kentawan ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 109/Kpts-Um/2/1979 tanggal 10 Februari 1979 tentang penunjukan areal hutan Gunung Kentawan seluas ±245 Ha yang terletak di Daerah Tingkat II Hulu Sungai Selatan, Daerah Tingkat I  Kalimantan Selatan sebagai kawasan hutan dengan fungsi sebagai Hutan Suaka Alam cq. Cagar Alam. Penunjukan sebagai Cagar Alam berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :

Kawasan hutan Gunung Kentawan adalah merupakan salah satu dari tipe ekosistem yaitu ekosistem karst yang berfungsi sebagai hidro-orologis.

Kawasan Hutan Gunung Kentawan merupakan habitat alami bagi satwa-satwa liar yang dilindungi diantaranya bekantan, owa-owa, kancil dan berbagai jenis burung.

Kawasan Hutan Gunung Kentawan memiliki berbagai jenis flora diantaranya anggrek dan bambu yang tumbuh secara alami.

Kawasan Hutan Gunung Kentawan memiliki peranan penting bagi ilmu pengetahuan, kebudayaan dan pariwisata.

Penataan batas kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan dilaksanakan sepanjang ±4,28 km sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Tata Batas tanggal 4 Oktober 1981 yang disahkan oleh Menteri Pertanian /u.b. Direktur Jenderal Kehutanan tanggal 3 Maret 1982.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 247/Kpts-II/1984 tanggal 18 Desember 1984 tentang penunjukan areal hutan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan seluas ±2.314.720 Ha sebagai  kawasan hutan, diantaranya kawasan hutan suaka alam/wisata          seluas  ±139.315 Ha. Sesuai surat keputusan tersebut, status kawasan Hutan Cagar Alam Gunung Kentawan tetap bagian dari areal hutan di Kalimantan Selatan.

Setelah 20 (dua puluh) tahun penunjukan kawasan hutan Gunung Kentawan sebagai Cagar Alam, pada tahun 1999 statusnya berubah dari penunjukan menjadi penetapan. Sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor: 336/Kpts-II/1999 tanggal 24 Mei 1999 tentang Penetapan Kelompok Hutan Gunung Kentawan seluas 257,90 Ha di Kabupaten Daerah Tingkat II Hulu Sungai Selatan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan Sebagai Kelompok Hutan dengan nama Kelompok Hutan Suaka Alam Gunung Kentawan.

Berkaitan adanya usulan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Selatan, yang memuat perubahan fungsi kawasan hutan, maka keberadaan kawasan CA Gunung Kentawan tetap dipertahankan sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.435/Menhut-II/2009 tanggal 23 Juli 2009.

Topografi kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan bervariasi dari bergelombang sampai sangat curam. Pada beberapa tempat, lereng yang sangat curam tersebut membentuk dinding. Gunung Kentawan merupakan gunung batu yang terdiri dari tiga buah pucuk yaitu Kentawan Laki, kentawan Bini, Kentawan Anak, dengan titik ketinggian 400 m dpl pada Gunung Kentawan Laki Keadaan Topografi kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan yang sangat terjal ini memiliki potensi erosi tanah yang cukup besar, oleh karena itu peranannyan sangat penting untuk menekan tingkat kerusakan akibat erosi tanah. Berdasarkan Peta Sistem Lahan/Kesesuaian Lahan Skala 1 : 250.000 (Bakorsurtanal, 1987), kondisi geologi kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan merupakan pegunungan batuan endapan kasar berupa batuan pasir, konglomerat dan lanau. Menurut Peta Tanah Ekplorasi Kalimantan Selatan Skala 1 : 1.000.000 dari Lembaga Penelitian Tanah Bogor tahun 1984, kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan ini terdiri atas jenis tanah Kompleks Podsollik Merah Kuning, Latosol dan Litosol.

Potensi Kawasan

Flora

Cagar Alam Gunung Kentawan merupakan tipe ekosistem hutan tropis dataran tinggi memiliki beraneka ragam jenis anggrek alam. Terdapat sedikitnya 28 jenis anggrek alam. Berdasarkan Laporan Hasil Inventarisasi Flora Fauna di Cagar Alam Gunung Kentawan tersebut pada tahun 1995 terdapat 93 jenis tumbuhan yang ada didalam kawasan tersebut. Jenis tumbuhan tersebut antara lain anggrek, Kariwaya (Ficus indica), Barui (Hibicus macrophyllus), Bangkirai (Shorea laevifolia), Dammar (Shorea leprosula), Damar mata kucing (Hopea ferrugenia), Belangiran (Shorea belangiran), Jambu hutan (Eugenia sp), Ulin (Eusideroxylon zwageri).

Fauna

Kawasan ini juga menjadi habitat berbagai fauna yang dilindungi  seperti Bekantan (Nasalis lavatus), Owa-owa (Hylobates muelleri), Pelanduk kecil (Tragulus javanicus), Landak (Hystrix brachyuran), Kucing Hutan (Felis bengalinsis), Trenggiling (Manis javanica), Rangkong (Bucerus rhinoceros), Raja udang (Alcedo euryzona) dan lain-lain.

Peta Kawasan

Peta Blok

SK Penunjukan

SK-109_79_Penunjukan_CA_Kentawan