Home / Berita / Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) Kembali Terselamatkan Berkat Peran Parapihak

Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) Kembali Terselamatkan Berkat Peran Parapihak

Kucing Kuwuk Kembali Terselamatkan Berkat Peran Parapihak (01)
PARINGIN, 29 Maret 2019 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan kembali menerima penyerahan satwa liar pada hari Jumat, 29 Maret 2019 yaitu Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) melalui perwakilan dari KPH Balangan, Bapak Supiani, S.Hut, M.P dan Bapak Muhammad Faisal S.Hut.

Penemuan satwa ini berlokasi di Desa Murung Ulung, Kabupaten Paringin oleh Bapak Fahri Ahmad. Kucing ini ditemukan di pinggir jalan dalam keadaan terluka dan tidak dapat berjalan setelah ditabrak oleh kendaraan bemotor. Warga tersebut kemudian berinisatif memuat berita penemuan tersebut di media sosial yang untuk menarik perhatian dari Dinas Kehutanan. KPH Balangan kemudian langsung mengkoordinasikan penyerahan kepada Balai KSDA Kalimantan Selatan. Evakuasi segera dilakukan oleh KPH Balangan dan perwakilan Balai KSDA Kalimantan Selatan, Resort Banua Anam, Bapak Juma’ali.

Penyerahan satwa liar kepada BKSDA Kalimantan Selatan dilaksanakan pada Jumat sore dengan terlebih dahulu di buatkan dan ditandatangani berita acara penyerahan satwa liar dilindungi undang-undang. Satwa akan dirawat sementara di kandang transit satwa SKW II Banjarbaru BKSDA Kalimantan Selatan. Diharapkan ke depannya saat sudah sehat satwa akan dikembalikan ke habitatnya.Kucing Kuwuk Kembali Terselamatkan Berkat Peran Parapihak (02)
Tindakan cepat dan terkoordinasi ini sangat diapresiasi oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. Belajar dari pengalaman sebelumnya, penanganan dan evakuasi satwa liar yang ditemukan masyarakat sangat penting. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan dampak negatif bagi satwa tersebut, juga bagi masyarakat jika satwa tersebut cukup berbahaya. Karena itu, Perjanjian Kerja Sama antar lembaga seperti ini sangatlah penting, untuk kolaborasi dalam pelestarian lingkungan, satwa, dan tanaman yang dilindungi.

Mahrus menambahkan, “kesadaran masyarakat juga dinilai cukup baik sekarang ini. Sudah banyak masyarakat yang mengerti bahwa satwa yang dilindungi sebaiknya tidak dipelihara atau diperjualbelikan sesuai dengan undang-undang yang berlaku”. (jrz)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Tisha Wildayanti Ramadhini, S.Hut (Staf BKSDA Kalsel)

About Admin BKSDA

Check Also

Meriahkan Indogreen Environment and Forestry Expo 2019, BKSDA Kalsel Bawa Maskot Kalsel Bekantan ke Makassar

MAKASSAR, 7 April 2019 – Bertempat di Celebes Convention Hall Makassar, 11th Indogreen Environment and …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *