Home / Berita / BKSDA Kalsel Selenggarakan FGD Penguatan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Bersama Perusahaan Kelapa Sawit

BKSDA Kalsel Selenggarakan FGD Penguatan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Bersama Perusahaan Kelapa Sawit

BANJARBARU –  Rabu, 17 Juli 2018 BKSDA Kalsel menyelenggarakan FGD dengan perusahaan kelapa sawit se Kalsel untuk penguatan pelestarian keanekaragaman hayati (Biodiversity) guna mendukung program ISPO. ISPO terkait Biodiversity ini merupakan salah satu mandat Permentan RI No 11/Permentan/OT.140/3/2015 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil Certification System/ ISPO).

Dalam paparannya, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. selaku Kepala BKSDA Kalsel menjelaskan bahwa tupoksi BKSDA bukan hanya di dalam kawasan konservasi, namun juga flora fauna dilindungi yang berada di luar kawasan konservasi. Ekspansi pembukaaan perkebunan kelapa sawit yang mempunyai kecenderungan meningkat, berpotensi memicu dampak negatif terhadap kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati. “Kami, khususnya teman-teman fungsional PEH BKSDA Kalsel siap membantu perusahaan dalam mengidentifikasi keanekaragaman hayati dalam areal konservasi perkebunan kelapa sawit untuk mendukung program ISPO ini”. Begitu imbuh Mahrus. Kepala Balai juga menyinggung tentang penanganan konflik satwa yang sekarang marak terjadi akibat konversi hutan untuk peruntukan lain. Beliau berharap perusahaan turut berkontribusi dalam menangani jika terjadi konflik satwa di sekitar HGU mereka.

FGD yang berlangsung di ruang rapat kantor BKSDA Kalsel ini selain dihadiri oleh perwakilan perusahaan kelapa sawit se Kalimantan Selatan juga dihadiri para Kepala Seksi Konservasi Wilayah Lingkup BKSDA Kalsel.  

Kegiatan FGD selanjutnya dipandu oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin, Nikmat Hakim Pasaribu, SP, M.Sc.  yang wilayah administrasinya banyak terdapat perkebunan kelapa sawit. Dalam diskusi tersebut, para perwakilan perusahaan kelapa sawit menyambut sangat antusias atas forum ini bahkan sangat menunggu-nunggu atas pertemuan semacam ini karena keterbatasan pengetahuan  tentang biodiversity. Permasalahan yang dihadapi oleh hampir sebagian besar perusahaan kelapa sawit adalah adanya perambahan areal konservasi di wilayah HGU mereka. Mereka mengeluhkan sudah bersusah payah menjaga areal konservasi dengan sekuat tenaga, namun ujung-ujungnya masyarakat merambah areal tersebut. Bahkan sudah kehabisan kata-kata dan upaya untuk mencegah masyarakat agar tidak melakukan perambahan. Dengan adanya pertemuan ini, harapannya ada bantuan dari BKSDA Kalsel untuk turut mensosialisasikan areal konservasi dan khususnya tentang pelestarian keanekaragaman hayati kepada masyarakat sekitar.

FGD ditutup dengan membuat tiga kesepakatan, yaitu melaksanakan peraturan perundangan yang berlaku khususnya Permentan RI No. 11/Permentan/OT.140/3/2015 terkait pelestarian keanekaragaman hayati (Biodiversity) pada lampiran II Poin 4.6, III Poin 4.6 dan VI Poin 3.3, berkeinginan kuat untuk membangun kerja sama yang berkesinambungan dengan BKSDA Kalsel dalam rangka penguatan pelestarian keanekaragaman hayati dan penanganan konflik satwa serta pengamanan wilayah, dan membuat laporan rutin terkait pelestarian keanekaragaman hayati dan menyampaikan kepada BKSDA Kalsel. (jrz)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Titik Sundari, S.Hut (PEH BKSDA Kalsel)

About Ahmad Rusadi

Check Also

BKSDA Kalsel Bersama Balai Karantina Kalsel Berhasil Mengamankan Penyelundupan Kura-Kura

Banjarbaru, 7 April 2026 – BKSDA Kalimantan Selatan bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *