Home / Berita / Pembentukan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Budidaya Itik di Desa Sungai Telan Besar

Pembentukan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Budidaya Itik di Desa Sungai Telan Besar

TABUNGANEN, 14 Maret 2018 – Kegiatan pembentukan kelompok pemberdayaan masyarakat budidaya itik di Desa Sungai Telan Besar dilaksanakan pada tanggal 13 – 14 Maret 2018 di Desa Sungai Telan Besar Kecamatan Tabunganen. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi yang diselenggarakan Balai KSDA Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan konservasi, sehingga mengurangi dampak negatif atas aktivitas masyarakat baik di dalam atau di sekitar kawasan.

Kegiatan pembentukan kelompok pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dengan cara paparan dari narasumber antara lain, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Mahrus Aryadi, Camat Tabunganen Dahtiar Fajar, S.Stp, M.Si dan pihak akademis penggiat budidaya itik Parwanto, S.Pt (Dosen Peternakan Fakultas Pertanian ULM). Selain paparan dari narasumber juga diadakan tanya jawab dan diskusi terkait kegiatan budidaya itik. Kegiatan pembentukan kelompok pemberdayaan masyarakat budidaya itik  ini dilanjutkan dengan pemilihan pengurus kelompok dan pembekalan penyusunan rencana kerja kelompok. Sebagai pelengkap kegiatan, dilaksanakan kegiatan praktek lapangan dan penanaman di kawasan konservasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian kawasan konservasi.

 

Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan menguraikan rekonstruksi sosial, fungsi sosial menekankan pada perubahan pola pikr dan perubahan perilaku bahwa kegiatan kemitraan konservasi yang berbasis masyarakat itu harus dimulai dengan keseriusan bekerja bersama. “Bekerja bersama itu antara lain adalah kegiatan itu harus dimulai dari masyarakat itu sendiri, jadi ada kebutuhan masyarakat untuk mengerjakan kegiatan tersebut. Ketika pemikiran sudah sama, kita membentuk kelompok, lalu di dalam kelompok kita akan memperkuat bagaimana pembagian peran dan tugas di antara pengelola kelompok itu sendiri. Setelah itu baru masuk kepada kegiatan fisik yaitu pembinaan untuk pemeliharaan ternak itik yang sesuai dengan kondisi alam yang ada di Desa Sungai Telan Besar”, tutur Mahrus. ‘Saya mengharapkan bahwa kegiatan ini merupakan model yang bisa dikembangkan di tempat-tempat lain sehingga memang harus berhasil”, tambah Mahrus.

 

 

Parwanto, S.Pt menjelaskan tentang prospek beternak telur itik kemudian metode budidayanya dan bagaimana pemasarannya. Kegiatan pembentukan kelompok dan pelatihan ini akan dilanjutkan dengan studi banding nanti ke peternak itik yang berhasil yang ada di Kabupaten Banjar. Setelah pemahaman dan pengetahuan mencukupi maka barulah nanti Balai KSDA Kalimantan Selatan akan melakukan kegiatan fisik pengadaan ternak itik di Desa Sungai Telan Besar. (jrz)

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Hendra (PEH SKW II Banjarbaru)

About Ahmad Rusadi

Check Also

BKSDA Kalsel Bersama Balai Karantina Kalsel Berhasil Mengamankan Penyelundupan Kura-Kura

Banjarbaru, 7 April 2026 – BKSDA Kalimantan Selatan bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *