Home / Berita / Travelling Workshop Mitra Pariwisata Balai KSDA Kalimantan Selatan

Travelling Workshop Mitra Pariwisata Balai KSDA Kalimantan Selatan

CIREMAI, 28 Maret 2018 – Travelling workshop, istilah baru suatu prroses pembelajaran dalam upaya peningkatan kapasitas petugas pengelola kawasan, masyarakat dan pihak stakeholder dalam mengembangkan wisata alam di kawasan konservasi lingkup Balai KSDA kalimantan selatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 27 – 28 Maret 2018 dan bertempat di Taman Nasional Gunung Ciremai, tepatnya desa Singkup dan desa Cisantana yang merupakan desa yang berdekatan dengan kawasan TN Gunung Ciremai.  Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai KSDA Kalimantan Selatan dan diikuti oleh petugas Balai KSDA Kalimantan Selatan, kelompok masyarakat sekitar kawasan, kepala desa, kecamatan dan Dinas Pariwisata Kabupaten.

Kegiatan Travelling workshop dilaksanakan sebagai proses pembelajaran dan penyamaan persepsi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengelola kawasan konservasi, khususnya Taman Wisata Alam.  Dalam kegiatan ini petugas, masyarakat dan pemerintah daerah bersama-sama dengan petugas dan masyarakat disekitar TN Gunung Ciremai melakukan diskusi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menggali proses membangun dan menjalankan pengelolaan wisata berbasis masyarakat, yang menekankan pada potensi dan kemampuan masyarakat dalam membangun dan mengelola tempat wisata tersebut.  Selain berdiskusi mengenai pengelolaan wisata, kelompok-kelompok ini juga berdiskusi mengenai proses perubahan sikap masyarakat yang dulunya tidak menyetujui keberadaan TN Gunung Ciremai menjadi mendukung sepenuhnya TN Gunung Ciremai. Perubahan sikap terjadi setelah masyarakat mendapatkan dampak atau keuntungan dari kegiatan pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi yang secara swadaya mereka bangun dan kelola.

Implementasi dari kegiatan ini yang dapat diterapkan di Balai KSDA Kalimantan Selatan adalah dapat mendukung Role Model Pengembangan Pariwisata Alam dan Sanctuary Bekantan berbasis masyarakat di TWA Pulau Bakut serta dapat membangkitkan potensi dan pengelolaan TWA Pelaihari Tanah Laut (pantai batakan) yang telah lama “tidur”.

Diharapkan hasil diskusi dan proses pembelajaran selama travelling workshop ini dapat diterapkan oleh kelompok masyarakat di sekitar TWA Pulau Bakut dan TWA Pelaihari Tanah Laut dengan dukungan sepenuhnya dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan Balai KSDA Kalimantan Selatan. Dengan menerapkan hasil kegiatan travelling workshop ini diharapkan masyarkat sekitar kawasan mendapatkan keuntungan, baik keuntungan ekonomi, keuntungan ekologi dan keuntungan sosial.  Dimana apabila ketiga keuntungan tersebut dirasakan oleh masyarakat, maka masyarakat akan mendukung Balai KSDA Kalimantan Selatan selaku pengelola kawasan konservasi dalam upaya pelestarian kawasan konservasi khususnya TWA Pulau Bakut dan TWA Pelaihari Tanah Laut di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. (jrz)

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Cecep Budiarto, S.Hut (Penyuluh Kehutanan SKW II Banjarbaru)

About Ahmad Rusadi

Check Also

BKSDA Kalimantan Selatan Bersama Para Pihak Lepasliarkan 179 Ekor Kura-kura di Pulau Bakut dan Pulau Kembang

Barito Kuala, 30 April 2026 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *