Home / Berita / Konservasi Anggrek Bersama DPD PAI Prov. KALSEL

Konservasi Anggrek Bersama DPD PAI Prov. KALSEL

1-2022-01-18 at 13.55.53

BANJARBARU, 17 JANUARI 2022 – BKSDA Kalsel dikunjungi oleh ketua DPD PAI Prov. Kalsel Ibu Hj. Aida Muslimah Rosehan beserta sekretaris Pa Jack dan pakar anggrek dari ULM Dr. Zainal Abidin. Pada kesempatan tersebut Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc. menyampaikan bahwa kerja sama dengan pegiat anggrek atau bahkan komunitas pecinta tumbuhan dan satwa liar lainnya merupakan salah satu cara untuk membangun dan menjalin komunikasi dengan banyak pihak akan pentingnya konservasi. “Hal yang baik ini perlu kita tindaklanjuti dengan mencari potensi-potensi kerjasama atau cukup dengan kesepakatan agar kegiatan-kegiatan terorganisir dan terarah dengan baik.” Jelas Dr. Mahrus.

Hj. Aida yang juga anggota DPR RI Dapil Kalsel mengatakan bahwa tujuan program pelestarian anggrek ini adalah bagaimana supaya anggrek spesies yang ada tidak punah. “Kami mempunyai program gerakan cinta anggrek yang akan kami laksanakan di sekolah-sekolah. Kenapa mulai dari sekolah? Karena jika masih muda lebih mudah untuk menerima dan diajak daripada orang yang sudah dewasa. Harapannya ketika ia dewasa pembelajaran yang sudah diberikan dapat melekat dan bahkan bisa berimbas dengan kepedulian terhadap lingkungan.” Terang Hj. Aida.

2-2022-01-18 at 13.55.54

Dr. Mahrus mengapresiasi beberapa program kerja yang telah disampaikan DPD PAI Kalsel. Beliau berharap kerjasama ini dapat terealisasi untuk pelestarian anggrek spesies Kalsel baik melalui sosialisasi visit school atau program lainnya yang dimungkinkan. Pembinaan terhadap pembudidaya anggrek spesies melalui DPD PAI Kalsel ini merupakan langkah awal untuk memassalkan pemeliharaan anggrek pada masyarakat luas, sehingga anggrek di alam bisa terjaga.

Terakhir DPD PAI Kalsel menitipkan 5 jenis anggrek spesies untuk koleksi di Arboretum Gedung Manggala Wanabakti di Jakarta. Kelima jenis anggrek tersebut adalah Coelogyne pandurata, Coelogyne rochussenii, Aerides odorata, Phalaenopsis amabilis, dan Vanda dearei. Coelogyne pandurata atau yang biasa dikenal dengan anggrek hitam dan Vanda dearei merupakan jenis anggrek endemik borneo. Harapannya dengan teknologi yang sudah maju sekarang ini perbanyakan anggrek dengan kultur jaringan ataupun dengan metode lain mampu mencegah jenis-jenis anggrek yang langka dari kepunahan. (ryn)

 

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Titik Sundari, S.Hut (PEH BKSDA Kalsel) 

 

About Admin BKSDA

Check Also

Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi BKSDA Kalsel

Banjarbaru, 24 November 2025 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menyelenggarakan Workshop …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *