Home / Berita / Monitoring Rehab DAS – Pemulihan Ekosistem di SM Kuala Lupak

Monitoring Rehab DAS – Pemulihan Ekosistem di SM Kuala Lupak

1-2022-06-14 at 9.38.13 AM

KUALA LUPAK, 8 JUNI 2022 – Balai KSDA Kalimantan Selatan bersama dengan Balai PDASHL Barito melaksanakan kegiatan monitoring Rehab DAS IPPKH PT. Adaro Indonesia di SM Kuala Lupak.  Kegiatan monitoring sekaligus bimbingan teknis Rehab DAS ini dilaksanakan oleh tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan yang terdiri dari Kepala Balai, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., Kepala SKW II, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si., dan juga Kepala Resort SM Kuala Lupak dan SM Pulau Kaget Ahmad Barkati.  Dalam kegiatan ini hadir pula perwakilan PT. Adaro Indonesia, pihak PT. Rehabilitasi Lingkungan Indonesia (RLI) dan pihak PT. Graha Persada Amanah (GPA) selaku vendor kegiatan penanaman serta anggota kelompok Kemitraan Konservasi. Kegiatan monitoring dan bimbingan teknis Rehab DAS PT. Adaro Indonesia di SM Kuala Lupak dilaksanakan pada hari Selasa, 7 Juni 2022 berlokasi di Sungai Bakau Desa Kuala Lupak, SM Kuala Lupak.  Kegiatan bimbingan teknis ini dilaksanakan untuk memberikan arah dan panduan dalam pemeliharaan guna meningkatkan keberhasilan kegiatan Rehab DAS sebagai tahapan untuk serah terima pekerjaan dari pihak pelaksana kepada penerima kegiatan. Selain itu pihak BPDASHL Barito juga menyampaikan kriteria kondisi tanaman yang akan diserah terimakan. Kendala atau permasalahan selama kegiatan rehab DAS tersebut juga disampaikan oleh pihak pelaksana, dan secara bersama antara pengelola kawasan (BKSDA Kalsel) dan pihak yang melaksanakan rehab DAS kemudian mencari alternatif solusi. 

2-2022-06-14 at 9.38.25 AM

Monitoring dan bimbingan teknis kegiatan Rehab DAS ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyampaian materi, diskusi dan observasi lapangan, dimana tim pelaksana rehab DAS mendapatkan penjelasan terkait kriteria keberhasilan tanaman dan kiat-kiat untuk mempertahankan tingkat keberhasilan tersebut. Tim juga menuju petak yang dijadikan contoh yang sesuai dengan kriteria keberhasilan. Tanaman yang ada di dalam petak diperhatikan pertumbuhannya baik dari segi jumlah daun maupun tinggi tanaman.  Tanaman yang tidak mencapai kriteria disarankan untuk dirawat atau segera disulam agar persentase dalam satuan luasan tidak berkurang.

3-2022-06-14 at 9.38.36 AM

Pihak BPDASHL Barito selaku pihak yang memberikan kriteria tersebut, menyatakan bahwa sebagian besar tanaman yang ada telah masuk dalam kriterian keberhasilan tanaman, hanya beberapa tanaman saja yang segera dirawat atau segera disulam.  Pihak vendor penanaman menyampaikan beberapa kendala dalam kegiatan penanaman. Diantaranya adalah hama kepiting yang menyerang tanaman baru, terutama tanaman sulaman.  Dimana hama kepiting biasanya menyerang tanaman baru atau tanaman sulaman.  Pihak BPDASHL Barito memberikan saran untuk penggunaan pelindung tanaman dari bahan bambu untuk mencegah serangan kepiting terhadap tanaman sulaman.  Selain itu menyarankan agar sarana dan prasarana pelengkap kegiatan rehab DAS agar segera dipenuhi diantaranya adalah jembatan inspeksi.

Dr. Mahrus menjelaskan bahwa kegiatan rehab DAS dalam konteks konservasi merupakan kegiatan Pemulihan Ekosistem pada Blok Rehabilitasi. Diharapkan setelah tanaman diserah terimakan kepada BKSDA Kalsel selaku pengelola kawasan masih ada kegiatan pemeliharaan lanjutan oleh pihak Adaro melalu sumber dana CSR agar pertumbuhan tanaman tetap bagus minimal sampai umur tanaman 5 tahun. Kegiatan ini dapat dipayungi melalui mekanisme Perjanjian Kerja Sama Penguatan Fungsi. (ryn)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Cecep Budiarto, S.Hut (Penyuluh Kehutanan SKW II Banjarbaru) 

About Admin BKSDA

Check Also

Temuan Trenggiling di Sekolah, SDN 3 Cempaka Tunjukkan Kepedulian Lingkungan

Banjarbaru, 27 April 2026 — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh SDN 3 Cempaka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *