Home / Berita / Panen Padi Perdana Mitkon Tani Lestari TWA Pelaihari

Panen Padi Perdana Mitkon Tani Lestari TWA Pelaihari

BATAKAN, 24 Maret 2020 − Kelompok kemitraan konservasi Tani Lestari Desa Batakan hari ini melakukan kegiatan panen padi perdana. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai KSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut., M.P. , dan Kepala Resort TWA Batakan Alfredo De Araujo serta ketua DW KSDA Kalsel Ibu Dr. Fatimah Ahmad, M.Si.

Panen Padi Perdana Mitkon Tani Lestari TWA Pelaihari (01)
Kelompok Tani Lestari beranggotakan 30 orang merupakan kelompok masyarakat peladang yang beraktifitas di dalam kawasan TWA Pelaihari. Tahun 2019 mereka melakukan perjanjian kerjasama kemitraan konservasi dengan BKSDA Kalimantan Selatan. Mekanisme kemitraan konservasi yang dilaksanakan termasuk dalam pemberian akses masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Mereka menanam tanaman semusim yaitu padi, cabe, semangka, labu dan jagung. Tanaman semusim yang sudah masuk masa panen adalah padi yang ditanam pada musim panas (bulan Agustus) tahun 2019.

Panen Padi Perdana Mitkon Tani Lestari TWA Pelaihari (02)
Siklus panen padi di kawasan ini adalah setiap tahun 1 (satu) kali dengan potensi hasil 2.000 – 2.400 liter per anggota kelompok. Adapun untuk tanaman yang lain seperti cabe setelah 3 (tiga) bulan dapat dipanen 2 (dua) minggu sekali dengan potensi 120 kg per tahun untuk tiap anggota kelompok. Masyarakat Desa Batakan sudah sejak tahun 1980 baik secara pribadi maupun komunal, telah memanfaatkan sumberdaya alam dari kawasan hutan di sekitar desa (TWA Pelaihari dan SM Pelaihari) untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. aktifitas yang dilakukan masyarakat adalah berladang, penggembalaan sapi tradisional, dan penebangan kayu.

Panen Padi Perdana Mitkon Tani Lestari TWA Pelaihari (03)
Penegakan hukum terhadap para penebang kayu yang dilakukan mulai tahun 2012 memicu konflik berkepanjangan di kawasan TWA Pelaihari. Penolakan keberadaan BKSDA Kalsel di kawasan ini dilakukan warga Desa Batakan melalui pembakaran dan penjarahan cottage. Intimidasi antar kelompok dilakukan untuk menolak keberadaan BKSDA Kalsel. Pendekatan kepada tokoh-tokoh kunci masyarakat Desa Batakan dilakukan mulai tahun 2018 diinisiasi oleh Dr. Mahrus Aryadi selaku Kepala Balai. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa kelompok peladang akan difasilitasi diberikan akses pemanfaatan budidaya di dalam kawasan berdasarkan P.6/2018 melalui mekanisme kemitraan konservasi. Konflik yang terjadi diatasi dengan mengurai satu persatu akar permasalahan masyarakat Desa Batakan. Upaya yang dilakukan saat ini dengan membantu kelompok masyarakat peladang dan melibatkan secara aktif mereka untuk melakukan penanaman kembali pohon-pohon yang telah banyak hilang di kawasan ini. Untuk kelompok penebang akan dilakukan pembinaan pengalihan pekerjaan dengan memfasilitasi peningkatan keterampilan budidaya dan kerajinan.


Semoga konflik antar kelompok masyarakat Desa Batakan dapat teratasi dan perbaikan ekosistem TWA Pelaihari dapat terwujud. Jalan masih panjang, tetapi menjaga hutan oleh dan untuk masyarakat lokal adalah suatu keniscayaan, keberhasilan konservasi yang sesungguhnya. Salam konservasi. (jrz)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Mirta Sari, S.Hut., M.P. (Kepala SKW I Pelaihari)

About Admin BKSDA

Check Also

Workshop TGC Kalimantan Selatan Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Flu Burung

Banjarbaru, 17 April 2026 – BKSDA Kalimantan Selatan turut menghadiri kegiatan Workshop Penguatan Tim Gerak Cepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *