Home / Berita / Restocking Arwana Banjar Red (Scleropages formosus) untuk Hari Bumi Bersama Parapihak

Restocking Arwana Banjar Red (Scleropages formosus) untuk Hari Bumi Bersama Parapihak

Restocking Arwana Banjar Red untuk Hari Bumi Bersama Parapihak (01)
RIAM KANAN, 23 APRIL 2019 – Ikan Arwana, yang memiliki beberapa nama daerah seperti Siluk Kalimantan, Ikan Naga, Kelesa, Kayangan atau Tengkeleso, merupakan jenis satwa langka yang keberadaanya dilindungi undang-undang, sehingga kegiatan pemanfaatannya harus dilakukan melalui mekanisme penangkaran. Memperingati Hari Bumi, BKSDA Kalsel bersama  Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar, tepatnya di Riam Kanan, Kawasan Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, telah dilakukan kegiatan pelepasliaran (restocking) arwana hasil penangkaran PT. Kresnapusaka Tirta Lestari yang selama ini menjadi mitra BKSDA Kalsel. Sebanyak 150 ekor Arwana jenis Banjar Red (Scleropages formosus) hasil penangkaran, dilepaskan kembali ke habitatnya.

Restocking merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh penangkar yang sudah berhasil mengembangbiakkan satwa. Sebanyak 10% satwa liar hasil penangkaran, harus dikembalikan ke habitatnya. Tujuannya adalah menjaga populasi di alam agar tetap terjaga sehingga terhindar dari resiko kepunahan.

Restocking Arwana Banjar Red untuk Hari Bumi Bersama Parapihak (02)
Kegiatan restocking arwana ini bukanlah yang pertama kali dilakukan, tahun 2016 yang lalu sebanyak 184 ekor arwana juga sudah dikembalikan habitatnya. Sehingga sampai akhir tahun ini setidaknya akan ada 334 ekor arwana yang sudah berada di habitat alaminya lagi.

Menurut Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., “Restocking memiliki tujuan mulia, yaitu menjaga populasi arwana di habitat asli agar selalu terjaga. Untuk itu diharapkan agar arwana yang sudah dikembalikan ke habitatnya ini jangan ditangkap lagi”.

“Biarkan mereka berkembangbiak menghasilkan keturunan untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang ada disana”, imbuhnya.

“Hari Bumi harus kita maknai sebagai pengabdian manusia kepada alam yang telah memberi ruang hidup bersama makluk tuhan lainnya, untuk hidup harmonis dan saling melengkapi”.

Restocking Arwana Banjar Red untuk Hari Bumi Bersama Parapihak (03)
Kegiatan pelepasliaran ini merupakan bentuk sinergisitas parapihak terkait dalam menyelamatkan arwana. Parapihak yang melakukan kegiatan ini antara lain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BKSDA Kalsel dihadiri Suwandi, S.Hut MA), selaku management authority dalam pemanfaatan arwana, bersama KKP yang dihadiri Dr.Ir. Rina M.Si (Kepala BKIPM KKP) dan Dr.Ir. Slamet Soebjakto (Dirjen Budidaya KKP) dan jajarannya, Pemerintah Kabupaten Banjar, Tahura Sultan Adam,  Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Dinas Perikanan Provinsi Kalsel dan pihak terkait lainnya. (jrz)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Jarot Jaka Mulyono S.Hut, M.Sc (PEH BKSDA Kalsel)

About Admin BKSDA

Check Also

Arahan Menteri KLHK Dr. Siti Nurbaya untuk Rimbawan Kalsel

BANJARBARU, 8 Mei 2019 – Dalam rangkaian kerja  mendampingi kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *