Home / Berita / Peringatan HKAN 2018 BKSDA Kalsel Kampanye TWA P. Bakut Bebas Sampah

Peringatan HKAN 2018 BKSDA Kalsel Kampanye TWA P. Bakut Bebas Sampah

BARITO KUALA – Pada hari ini (15/08/2018) Balai KSDA Kalimantan Selatan memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2018 dengan tema “Kampanye TWA Pulau Bakut Bebas Sampah” yang bertempat di kawasan konservasi TWA Pulau Bakut Kabupaten Barito Kuala.

Hari Konservasi Alam Nasional merupakan salah satu hari peringatan lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Hari Konservasi Alam Nasional, atau yang biasa disingkat HKAN, merupakan hari peringatan yang memiliki tujuan untuk mengampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. HKAN juga memiliki tujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Hari peringatan ini dikoordinir langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan berbagai kegiatan yang bertema konservasi.

Dipilihnya TWA Pulau Bakut sebagai lokasi rangkaian peringatan HKAN Tahun 2018 melalui “Kampanye TWA Pulau Bakut Bebas Sampah”, karena TWA Pulau Bakut merupakan role model Balai KSDA Kalimantan Selatan dengan nama “Pengembangan Wisata Alam dan Sanctuary Bekantan di TWA Pulau Bakut Berbasis Masyarakat”.  Tujuan role model ini adalah mengoptimalkan fungsi kawasan konservasi TWA Pulau Bakut sebagai taman wisata yang dapat memberikan manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial terhadap masyarakat sekitar. Tujuan lainnya adalah meningkatkan peran serta dan usaha ekonomi masyarakat sekitar kawasan.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 55 orang yang terdiri dari Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc, Dinas Instansi terkait di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala,Camat, TNI/Polri, LSM, Swasta (PT. Adaro Indonesia), Kepala Desa, Kelompok Masyarakat Mitra Pariwisata Balai KSDA Kalimantan Selatan, kelompok masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, mahasiswa pecinta alam, pramuka, dan staf Balai KSDA Kalimantan Selatan.

Dalam mewujudkan role model ini, Balai KSDA Kalimantan Selatan tentunya mengajak berbagai pihak antara lain, pemerintah kabupaten, pihak akademisi, masyarakat sekitar, LSM, dan pihak swasta lainnya. Usaha dan upaya yang telah dilaksanakan Balai KSDA Kalimantan Selatan dan pihak yang terlibat antara lain pelibatan masyarakat sekitar kawasan sebagai mitra pariwisata, penataan blok kawasan, penyusunan rencana pengelolaan kawasan, pengkayaan pakan dan habitat bekantan, pembangunan sarana prasarana pengaman kawasan, pembangunan sarana prasarana penunjang wisata alam.

Selain mengkampanyekan TWA Pulau Bakut bebas sampah tujuan lainnya ialah mengajak para pihak terkait yang peduli terhadap keberadaan TWA Pulau Bakut untuk berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan kawasan konservasi TWA Pulau Bakut. Upaya untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat atau pihak yang tidak bertanggung jawab agar berhenti membuang sampah ke TWA Pulau Bakut agar TWA Pulau Bakut dapat berfungsi secara optimal sebagai kawasan konservasi yang diperuntukan sebagai tempat rekreasi dengan kondisi lingkungan yang bersih dan asri.

Dengan mengkampanyekan TWA Pulau Bakut bebas sampah diharapkan adanya pemahaman dari berbagai kalangan terkait keberadaan TWA Pulau Bakut sebagai kawasan konservasi yang harus dijaga kelestariannya dengan menghentikan pembuangan sampah dari atas Jembatan Barito.

Rangkaian pelaksanaan kegiatan ini meliputi pembuatan leaflet tentang TWA Pulau Bakut, pemasangan papan nama/larangan/himbauan, pemasangan spanduk, pembersihan sampah, serta penanaman pohon.

”Dengan peran serta para pihak, maka ada kondisi-kondisi yang diinginkan sebagai cerminan keberhasilan role model ini. Kondisi yang dinginkan tersebut antara lain pengusahaan periwisata alam di TWA Pulau Bakut dengan melibatkan masyarakat melalui kerja sama kelompok mitra pariwisata dari desa sekitar kawasan”, tutur Mahrus.

“Kegiatan pariwisata alam di TWA Pulau Bakut memberikan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan secara berkelanjutan, operasional bekantan yang memadai dan berkelanjutan untuk konservasi bekantan, dan keberadaan sanctuary bekantan yang dapat dijadikan dan dirujuk menjadi pusat rehabilitasi, konservasi dan edukasi bagi konservasi bekantan khususnya di Kalimantan Selatan”, tambah Mahrus. (jrz)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Jauhari Arifin, S.Kom (Staf BKSDA Kalsel)

About Ahmad Rusadi

Check Also

Ekspose Hasil Kajian Evaluasi Kesesuaian Fungsi SM. Pulau Kaget

MARABAHAN, 27 Oktober 2021 – Bertempat di Aula Mufakat komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Barito Kuala,  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *