Home / Berita / Percepatan Pemulihan Ekosistem melalui Rehab DAS di SM Pelaihari

Percepatan Pemulihan Ekosistem melalui Rehab DAS di SM Pelaihari

1-2021-09-10 at 09.52.21

JORONG, 3 SEPTEMBER 2021 – Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai merupakan kewajiban pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sebagai tanggung jawab terhadap negara dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan. Kawasan SM. Pelaihari menjadi salah satu calon lokasi yang dipilih untuk kegiatan Rehab DAS PT. Pro Sarana Cipta dengan luasan kurang lebih 79 Ha pada tahun 2021 (P0). Rehab DAS pada Blok Rehabilitasi dengan Skema Pemulihan Ekosistem sangat membantu dalam mengembalikan kawasan konservasi ke kondisi mendekati alami hingga alami.

Dalam rangka memastikan calon lokasi yang ditetapkan berdasarkan hasil berita acara rapat virtual antara Direktorat Jenderal PDAS HL, BPDAS Barito, Dit.KK, BKSDA Kalsel dan PT. Pro Sarana Cipta sebagai pemegang IPPKH, tim gabungan yang terdiri dari Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA KALSEL, BPDASHL Barito, dan PT. Pro Sarana Cipta melakukan pengecekan kelapangan sebagai bahan dasar dalam menentukan lokasi pelaksanaan, jenis tanaman serta pola atau perlakuan yang diterapkan dalam pelaksanaan Rehab DAS agar dapat menyesuaikan terhadap fungsi kawasan konservasi SM. Pelaihari.

Kepala SKW I, Mirta Sari, S. Hut, M.P. menjelaskan bahwa pada lokasi tersebut didominasi dengan pohon Galam yang merupakan tanaman endemik, selain itu juga terdapat tanaman Belangiran yang saat ini sudah sangat jarang dijumpai khususnya di Kawasan Konservasi SM. Pelaihari. Diharapkan lokasi yang dipilih dapat ditanam kembali dan mengembalikan fungsi konservasinya.

2-2021-09-10 at 09.52.49

Secara terpisah Kepala Balai KSDA KALSEL, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc., menyampaikan bahwa kegiatan Rehab DAS ini merupakan salah satu upaya dalam Pemulihan Ekosistem pada Kawasan Konservasi. Kegiatan ini melibatkan lintas eselon satu KLHK dan pihak ketiga serta masyarakat sekitar kawasan. Kami mengapresiasi  keterlibatan mereka tersebut. Pemilihan jenis tanaman serta pola penanaman harus menyesuaikan dengan kondisi dan fungsi kawasan, diharapkan dalam pelaksanaannya juga dapat melibatkan dan mengakomodir kebutuhan masyarakat sekitar kawasan tambahnya. (ryn)

 

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Hendar Wibawa (Calon Polhut SKW I Pelaihari) 

About Admin BKSDA

Check Also

Konsultasi Publik Desain Tapak TWA Busuwa

BATULICIN, 21 SEPTEMBER 2021 – Pada hari Selasa bertempat di Hotel Ebony Tanah Bumbu, Balai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *