Home / Berita / Pembinaan Penangkar Rusa Sambar (Cervus unicolor) di SKW 1 Pelaihari

Pembinaan Penangkar Rusa Sambar (Cervus unicolor) di SKW 1 Pelaihari

Pembinaan Penangkar Rusa Sambar di SKW 1 Pelaihari (01)
TANAH LAUT, 30 APRIL 2019 – Penangkaran Rusa Sambar di wilayah kerja BKSDA Kalimantan Selatan lumayan banyak. Hingga tahun 2018, ada 10 penangkar termasuk Tahura Sultan Adam. Khusus di SKW 1 wilayah Tanah Laut ada 3 penangkar yang sudah berjalan selama ini.

Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc bersama tim KKH melakukan kegiatan pembinaan dan evaluasi penangkaran Rusa Sambar (Cervus unicolor) di wilayah kerja SKW I Pelaihari.  Dalam kegiatan ini juga didampingi oleh Kepala SKW I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut, MP dan Kepala Resort Jorong Akhmad Fauzan, S.Hut beserta tim.  Pembinaan dan evaluasi yang dilakukan diantaranya berupa pengecekan kewajiban administrasi terkait perizinan penangkaran, serta dicek kondisi dan jumlah rusa apakah sesuai dengan laporan rutin yang disampaikan oleh penangkar.  Selain itu juga mendiskusikan permasalahan yang dialami oleh para penangkar. 

Pembinaan Penangkar Rusa Sambar di SKW 1 Pelaihari (02)
Melalui penangkaran Rusa Sambar ini Kepala Balai KSDA Kalsel mengharapkan dapat mendukung upaya pelestarian satwa yang dilindungi undang-undang dimana populasinya di alam mulai menurun.  Rusa Sambar merupakan jenis yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1//6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi.

Berdasarkan pengelolaannya penangkaran di wilayah SKW I Pelaihari terbagi menjadi 2 (dua) yaitu  Perorangan dan Badan Usaha (Korporasi).  Dalam kesempatan ini ada 3 lokasi yang dikunjungi oleh Kepala Balai dan tim diantaranya Penangkaran Rusa Hajjah Mariana (Perorangan), Penangkaran PT. Arutmin Indonesia Site Asam-asam dan PT. PLTU Asam-asam (Korporasi).  Lebih jauh untuk pengembangan kedepan, Kepala Balai menggali permasalahan apa saja yang dihadapi oleh pihak pengelola.

 
Pembinaan Penangkar Rusa Sambar di SKW 1 Pelaihari (03)
Secara umum permasalahan yang dialami para penangkar Rusa Sambar yaitu belum seluruhnya rusa dilakukan tagging (penandaan) dan terbatasnya dokter hewan dalam melakukan tindakan kesehatan. Terkait permasalahan ini BKSDA Kalsel akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga diharapkan dapat membantu dalam tagging (penandaan) dan ketika kondisi Rusa Sambar sedang sakit ataupun mati bisa segera ditangani dan diketahui penyebabnya.

Kepala Balai mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada para pengelola penangkaran atas upayanya dalam melestarikan Rusa Sambar dalam bentuk konservasi ex situ (penangkaran).  BKSDA Kalsel siap membantu dan mendukung khususnya bagi para penangkar dari badan usaha yang tertib administrasi dan pelaporan dalam meningkatkan proper perusahaan terkait lingkungan dan konservasi alam.  Kegiatan Pembinaan dan Evaluasi penangkar ini diagendakan per satu tahun sekali langsung oleh Kepala Balai dan akan dimonitoring setiap 3 bulan oleh Kepala SKW I Pelaihari dan Kepala Resort. (jrz)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Akhmad Fauzan, S.Hut (Kepala Resort Jorong SKW I Pelaihari)

About Admin BKSDA

Check Also

Evakuasi dan Pelepasliaran Si Kuntet Buaya Muara dari Desa Sukaramai Kec. Wanaraya Kab. Barito Kuala

Banjarbaru, 3 Juli 2019 – BKSDA Kalsel mendapat laporan terkait adanya satwa liar yang dilindungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *