Home / Berita / Pembinaan Habitat Pengkayaan Pakan Bekantan (Nasalis larvatus) di TWA Pulau Bakut

Pembinaan Habitat Pengkayaan Pakan Bekantan (Nasalis larvatus) di TWA Pulau Bakut

1-2021-03-01 at 16.46.02

BARITO KUALA, 28 FEBRUARI 2021 – Kepala BKSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc melakukan kegiatan penanaman dalam rangka Pembinaan Habitat dengan Pengkayaan Pakan Bekantan (Nasalis lavartus) di Kawasan Konservasi TWA Pulau Bakut. Turut serta dalam kegiatan tersebut Kepala SKW II Banjarbaru, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si, Kepala Resort TWA Pulau Bakut Imam Riyanto S,Hut dan jajarannya, Kepala Resort Pulau Kembang, Suwandi, Ketua Kelompok Masyarakat Mitra Pariwisata Desa Beringin H. Muhammad Jainuri dan Koordinator  Urusan Kawasan Konservasi BKSDA Kalsel, Mila Rabiati, S.Hut, M.Si. Pembinaan habitat dengan pengkayaan pakan Bekantan di TWA Pulau Bakut bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekosistem yang telah mengalami kerusakan dapat kembali pulih seperti sediakala mendekati kondisi awal/aslinya (dalam hal komposisi vegetasinya).

Kegiatan penanaman dan pengkayaan jenis dalam rangka Pembinaan Habitat dengan Pengkayaan Pakan Bekantan (Nasalis lavartus) pada kawasan yang telah mengalami kerusakan sesuai dengan  Perditjen KSDAE Nomor : P.12/KSDAE-Set/2015 tentang Pedoman Tata Cara Penanaman dan Pengkayaan Jenis dalam Rangka Pemulihan Ekosistem Daratan pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian Road To HKAN 2021 lingkup BKSDA Kalimantan Selatan.

2-2021-03-01 at 16.44.10

Pelaksanaan penanaman melalui Pengkayaan Pakan Bekantan (Nasalis lavartus) di blok rehabilitasi TWA Pulau Bakut dengan jenis Rambai (Sonneratia caseolaris). Jumlah bibit yang ditanam sebanyak 2.000 batang. Untuk mengetahui pertumbuhan tanaman dimasa mendatang dibuat  Sonneratia PUP  dengan luas 0,025 Ha (50 Meter x 50 Meter).

3-2021-03-01 at 16.46.30

Kepala BKSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc mengharapkan tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan diperlukan pengawasan dan pengamanan yang lebih ekstra sehingga dapat menekan persentase kematian tumbuhan agar bisa dipertahankan persentasi hidup tanamannya, baik metode drone maupun groundcheck sehingga tanaman yang ditanam persentase tumbuhnya bisa dihitung secara cepat dan valid. (ryn)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Noer Vana Dwi Prasetyo (PEH BKSDA Kalsel)

About Admin BKSDA

Check Also

Pembekalan Mahasiswa Magang di BKSDA Kalimantan Selatan

BANJARBARU, 5 APRIL 2021 – Menindaklanjuti surat dari Fakultas Kehutanan dan juga dari Fakultas Perikanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *