Home / Berita / Pelepasliaran Elang Bondol di SM Pelaihari

Pelepasliaran Elang Bondol di SM Pelaihari

1-2021-03-14 at 08.49.12

SABUHUR, 9 MARET 2021 – Dalam rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2021 yang mengambil  tema “Keberlanjutan Konservasi Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan.” Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan melepasliarkan satu ekor burung Elang Bondol (Haliastur indus), di kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari tepatnya yang masuk di wilayah Desa Sabuhur Kabupaten Tanah Laut. Pelepasliaran dilakukan langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc, didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Mirta Sari S. Hut dan selaku Kepala Resort SM. Pelaihari Akhmad Fauzan S. Hut  beserta anggota tim dengan menempuh perjalanan melalui jalur darat dari Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari ke dalam kawasan konservasi Suaka Margasatwa Pelaihari dengan jarak tempuh ± 3 jam.

2-2021-03-14 at 08.43.36

Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Mahrus menjelaskan pelepasliaran burung ini merupakan rangkaian peringatan HKAN 2021 yang bertujuan untuk menyampaikan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat, mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Satwa yang dilepasliarkan tersebut merupakan hasil penyerahan sukarela dari masyarakat Desa Sebuhur. Burung Elang Bondol adalah jenis satwa yang dilindungi Undang-undang berdasarkan  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor :P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi. Sebelumnya satwa tersebut telah menjalani proses rehabilitasi di kandang transit BKSDA Kalimantan Selatan.

Dr. Mahrus berharap agar kegiatan pelepasliaran satwa ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak memiliki dan memelihara satwa-satwa yang dilindungi secara ilegal dan biarkan mereka hidup di alam bebas. Dipilihnya kawasan konservasi Suaka Margasatwa Pelaihari sebagai tempat pelepasliaran karena di SM Pelaihari juga merupakan habitat dari burung Elang Bondol dan sekaligus sebagai upaya pengayaan genetik. Diharapkan satwa yang dilepasliarkan dapat berkembang biak dan keseimbangan di alam tetap terjaga. (ryn)

 

 
 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : R. Hafizh Muhardiansyah, A.Md (Polhut BKSDA Kalsel) 

About Admin BKSDA

Check Also

Ekspose Hasil Kajian Evaluasi Kesesuaian Fungsi SM. Pulau Kaget

MARABAHAN, 27 Oktober 2021 – Bertempat di Aula Mufakat komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Barito Kuala,  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *