Home / Berita / Meretas Mimpi melalui Kemitraan Konservasi

Meretas Mimpi melalui Kemitraan Konservasi

Meretas Mimpi melalui Kemitraan Konservasi (01)
PELAIHARI, 13 FEBRUARI 2019 – Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari Tanah Laut memiliki luasan 6.745 Ha sesuai SK.5149/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 16 Juli 2014 tentang SK Penetapan Suaka Margasatwa Pelaihari.  Tipe ekosistem hutan meliputi hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa air tawar dan hutan dataran rendah yang tersebar di dua kecamatan dan lima desa yaitu Desa Swarangan, Desa Alur, Desa Sabuhur dan Desa Kandangan Lama.

 
Meretas Mimpi melalui Kemitraan Konservasi (02)
Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi KSBTU, Suwandi, S.Hut, MA, Kepala Seksi Wilayah I Pelaihari, Mirtha Sari S.Hut, MP dan Kepala Resort Jorong, Akhmad Fauzan, S.Hut  serta tim teknis mengunjungi pemukiman  di Muara Sabuhur  yang juga merupakan bagian dari Desa Sabuhur. Pada kunjungan ini Kepala Balai dan tim mengadakan diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat yang berada di Muara Sabuhur tentang prospek pengembangan wisata alam terbatas di Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari dengan  pelibatan masyarakat yang berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari pada blok khusus melalui Kemitraan Konservasi.

Menurut Mirtha, “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan skema Kemitraan Konservasi dan identifikasi masyarakat dan potensi peluang kemitraan”.

 
Meretas Mimpi melalui Kemitraan Konservasi (03)
Salah satu tokoh Desa Sabuhur, Bapak Nurdin menyampaikan bahwa masyarakat sudah mengetahui SM Pelaihari merupakan kawasan konservasi, sehingga mereka tidak berani beraktivitas karena berada di dalam kawasan. Adanya skema Kemitraan Konservasi dari KemenLHK merupakan kabar baik bagi masyarakat sehingga mimpi untuk sejahtera bisa terwujud. Banyak potensi yang bisa dikembangkan seperti panorama pantai, kolam air tawar dan pemancingan. “Kami siap mendukung program BKSDA Kalsel demi kesejahteraan dan kelestarian” pungkas Nurdin.

Dalam diskusi  Kepala Balai menyampaikan bahwa pengembangan wisata terbatas di Muara Sebuhur ini selain memiliki keanekaragaman ekosistem dan keindahan panorama pantai juga tidak terlepas dari sejarah berdirinya Desa Sabuhur yang awalnya berada di Muara Sabuhur. Melalui program Kemitraan Konservasi diharapkan masyarakat sekitar kawasan mendapatkan manfaat melalui pengembangan wisata terbatas di Suaka Margastawa (SM) Pelaihari. (jrz)

 

 

salam bekantan !!!

Source & Doc. by : Heri Sofian (Staf BKSDA Kalsel)

About Admin BKSDA

Check Also

Arahan Menteri KLHK Dr. Siti Nurbaya untuk Rimbawan Kalsel

BANJARBARU, 8 Mei 2019 – Dalam rangkaian kerja  mendampingi kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *